Rabu, 04 Juni 2014

Pengaruh Internet Terhadap Remaja



Internet, kata yang tidak asing ditelinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis.  Internet bisa didapatkan di manapun kita berada. Dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, sering terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”.  Dunia informasi tanpa batas, begitulah orang-orang menyebutnya.  Dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya, semudah membalikkan telapak tangan.
Internet memuat ilmu pengetahuan yang begitu melimpah. Informasi mengenai apapun dapat kita temukan di internet. Lalu apa hubungannya dengan siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan. Internet adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dan di mana saja, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila. Siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh, seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Namun, tidak semua siswa melakukan hal tersebut, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang  melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya. Namun, pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang diterima di sekolah. Hal itu memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam di depan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda). Remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan di sekitarnya. Dia akan mengikuti hal yang paling dominan yang berada di dekatnya.  Jadi, kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negatif tergantung dari mana dia memulai.
Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Akan tetapi, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negatif justru sebaliknya.  Dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.
Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita. Selaku remaja, kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang  berkembang pesat pada era globalisasi ini.
>

Tidak ada komentar: