“If you lose your wealth, you
lose nothing. If you lose your health, you lose something. But if you lose your
character, you lose everything.”
Berapa
pun besar bantuan luar negeri dikucurkan, berapa pun utang luar negeri diperoleh,
berapa pun tenaga ahli dikirimkan, akan sia-sia kalau bangsa Indonesia gagal
melakukan “character and nation building”.
Yang ada setelah enam puluh delapan tahun merdeka, utang semakin menumpuk,
korupsi semakin merajalela, pejabat bisa dibeli, rasa persatuan
sebagai bangsa mulai luntur, kekerasan antarsuku dan antaragama menjamur.
Di Indonesia
pemudaran karakter sudah menjadi hal yang umum. Dengan semboyan “hidupku untuk kepentinganku” dalam pekerjaan dan tindakan sehari-hari. Pejabat negara sering kali memanfaatkan hal itu untuk memperkaya diri
dengan cara korupsi. Kemungkinan orang-orang yang memiliki karakter buruk dikarenakan kurangnya pendidikan karakter saat usia dini, lingkungan sosial yang
mendukung degradasi karakter dari remaja hingga dewasa, kurangnnya pendekatan
diri terhadap Tuhan.
Pendidikan
karakter sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah, melainkan di
rumah serta di lingkungan sosial. Bahkan peserta pendidikan karakter tidak hanya
usia dini hingga remaja, orang dewasa pun
perlu untuk kelangsungan hidup bangsa.
Persaingan
di masa depan menuntut kita sebagai penerus bangsa memiliki karakter
yang baik. Dengan karakter yang baik dalam dunia kerja kita akan mendapatkan banyak
peluang. Pandangan secara umum pemecatan tenaga kerja diakibatkan oleh pekerja
yang buruk seperti tidak bertanggungjawab, tidak jujur, dan lain-lain. Dengan kata lain, karakter individu yang buruk.
Bukan hanya orang-orang dengan jabatan tinggi saja
yang harus memiliki karakter, tetapi masyarakat biasa pun
juga harus memiliki karakter. Dengan begini, apabila semua
lapisan bangsa memiliki karakter yang baik, soft skills (kemampuan sosial) dan hard skills
(kemampuan akademik) akan baik juga. Perbaikan karakter inilah yang akan
menjadi jembatan penyelesaian masalah terbesar bangsa Indonesia, yaitu kemiskinan dan kesenjangan sosial.
Kembali
ke kutipan di awal, jika anda kehilangan harta anda, anda tidak kehilangan
apa-apa. Jika anda kehilangan kesehatan anda, anda kehilangan sesuatu. Tetapi
jika anda kehilangan karakter anda, maka anda kehilangan segalanya.
Mau
kemana karakter bangsa ini dibawa? Setiap orang punya jawabannya masing-masing.
>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar