Rabu, 24 Agustus 2011

Sahabatku, Ternyata Saudaraku

Di suatu masa, ada dua orang gadis kecil yang bersahabat. Mereka adalah Reheqiella Zivora atau Qiella dan Sonia Kirana atau Sonia. Teman-temannya berkata, mereka sangat bersahabat. Ya, karena memang mereka bersahabat sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Mulai dari jepitan rambut, gelang, kalung, dan hampir semua aksesori mereka sama, dan tanggal lahir mereka juga sama, yaitu 5 Juli. Bisa dibilang mereka seperti saudara kembar. Dan satu lagi, mereka mempunyai moto persahabatan, yaitu ‘’
Persahabatan itu seperti ujung kuku, jika dipotong akan tumbuh lagi. Oleh karena itu aku dan kamu harus tetap bersama selamanya!
’’.
Pada dasarnya, Qiella lebih pandai daripada Sonia. Tapi, dia sangat rendah hati. Sebenarnya, Sonia iri pada Qiella karena Qiella selalu dipuji guru. Sampai suatu hari, irinya berubah menjadi rasa benci.
‘’Hai, Sonia, selamat pagi!’’ sapa Qiella suatu pagi. Sonia tidak menjawab. Dia hanya mendengus kesal. ‘’ Sonia kenapa, ya? Tidak biasanya dia begitu. Apa aku ada salah padanya, ya? Tapi, apa?’’ pertanyaan itu terus berputar di kepala Qiella. Saat istirahat, Qiella memberanikan diri untuk bertanya kepada Sonia. ‘’Sonia!’’ panggil Qiella. Sonia berbalik dan berkata, “ Apa lagi, kamu mau menunjukkan kepandaianmu kepadaku? Kamu pikir kamu paling hebat, ya? Ternyata aku salah menganggap kamu sebagai sahabat, kamu hanyalah orang sombong yang mau menang sendiri. Aku benci kamu!’’. Dia mendorong Qiella dan tepat saat kata terakhir, ia menitikkan air mata lalu lari tanpa arah.
Qiella yang jatuh, meringis kesakitan karena lututnya berdarah. Dia tidak menyangka bahwa sahabatnya itu tega mengatakan seperti itu padanya. Di sisi lain, memang ada sifat-sifat Sonia yang tidak disukai Qiella. Menurut Qiella, Sonia itu orangnya egois dan mau menang sendiri. Contohnya saja, jika ada kerja kelompok. Sonia selalu ingin menjadi ketua. Dan lebih parahnya lagi, saat dia menjadi ketua, dia bukannya menjadi contoh pemimpin yang baik, tetapi selalu menyuruh-nyuruh temannya yang lain. Terlebih, saat latihan soal. Dia selalu bertanya pada Qiella, tetapi saat ditanyai, dia tidak mau memberitahu.
Hari-hari begitu sepi tanpa canda tawa keduanya. Kata teman-temannya, kalau mereka tidak bersama, rasanya seperti berada di dunia orang bisu. Tetapi, anehnya prestasi Qiella semakin bagus sedangkan Sonia kerap kali dipanggil guru karena nilai-nilai ulangannya yang buruk dan sifatnya yang semakin tidak sopan. Memang, sejak bermusuhan dengan Qiella, dia berkawan dengan anak-anak berandalan di sekolah mereka, yaitu Geng Rockstyle.
Suatu hari ada lomba membaca puisi tingkat sekolah dasar. Qiella dan Sonia mewakili sekolah mereka karena mereka memiliki kemampuan yang sama bagusnya di bidang sastra. Qiella membacakan puisi karyanya yang berjudul ‘’ Rinduku, Sahabat ‘’ dan Sonia membacakan puisi karyanya juga yang berjudul ‘’ Lebih dari Indah’’.
Inilah akhir ceritaku kepadamu sahabat Semoga engkau bahagia di sana Salam rinduku untukmu, sahabat

Itulah bait terakhir puisi Qiella. Sonia pastinya tidak mau kalah dan membacakan puisinya.
Mimpikanku dalam tidurmu Ingat aku dalam setiap langkahmu
Dan ucap namaku di setiap doamu Karena engkau sahabat yang lebih dari indah

Selesai sudah lomba pembacaan puisi, tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang. ‘’Juara ketiga, Intan Savira dari SD Tunas Karya!’’ suara MC membacakan pemenangnya. Tepuk tangan riuh mengiringi gadis itu naik ke panggung. ‘’Juara kedua, Sophia Talita, dari SD Favorit Rockport!’’ tepuk tangan kembali memenuhi seisi ruangan. ‘’Nah, untuk juara pertama, ada dua orang karena nilainya kembar, mereka adalah…’’ MC sengaja menghentikan perkataannya, sehingga membuat para peserta tegang. Qiella dan Sonia sama-sama berharap menjadi juara. ‘’ Reheqiella Zivora dan Sonia Kirana, dari New York Elementary School !’’ teriak sang MC. Tepuk tangan membahana saat keduanya naik ke panggung. ‘’ Huh, kenapa sih, aku harus sama-sama juara satu dengan dia? ‘’ gerutu Sonia. Terlihat Miss Lolita menangis haru melihat kedua anak didiknya menerima tropi dan sejumlah uang tunai. Miss Lolita adalah guru Sastra di New York Elementary School.
Saat turun dari panggung, usai acara penerimaan tropi selesai, Miss Lolita menghampiri kedua anak didiknya.’’ Wah, hebat murid New York Elementary School, sama-sama juara pertama!’’ ujar Miss Lolita bangga. ‘’ Terima kasih, miss!’’ ujar keduanya bersamaan. Sonia tampak memajukan bibirnya karena kesal.
Sejak kejadian itu, Qiella dan Sonia semakin menjadi musuh saja. Tetapi, suatu kejadian yang tak terduga membuat semuanya berubah.
Hari itu Qiella dan Sonia dipanggil kepala sekolah. ‘’ Ma..ma..maaf, Pak, ada apa Bapak memanggil kami?’’ tanya Qiella gugup. Pak Kepala Sekolah malah tertawa. ‘’Hahaha…kalian jangan terlalu gugup, Bapak tidak akan memakan kalian, kok. Bapak hanya ingin memberitahu kalian bahwa…’’ kepala sekolah menghentikan perkataannya. ‘’Kenapa, Pak?’’ tanya Sonia. ‘’ Hasil tes darah kemarin membuktikan bahwa kalian memiliki kecocokan darah sebesar 98%,’’ kata kepala sekolah sambil menyerahkan sebuah amplop kepada Sonia. ‘’Kemungkinan besar kalian adalah saudara kembar. Dari tes darah tersebut, ibunya Qiella, Kenny Liana, memiliki sampel darah yang sama dengan kalian berdua,’’ jelas kepala sekolah panjang lebar. Sonia yang melihat surat itu tersentak, matanya terbelalak ‘’ Kenny Liana? ’’.
‘’Benar,’’ kata kepala sekolah.‘’ Di..di..dia ibuku?’’ Sonia tidak percaya. ‘’ Benar, nak. Aku ibumu,’’ jawab Bu Kenny tiba-tiba. Memang dari tadi beliau sudah berada di sana, lalu ia menghampiri keduanya dan mendekap keduanya dengan erat. Qiella dan Sonia berpandangan setelah lepas dari dekapan Bu Kenny.
‘’ Begini ceritanya,’’ Bu Kenny memulai percakapan. ‘’ Waktu itu, tanggal 5 Juli tahun 1999, tepatnya pukul 04.00 dini hari mama dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Kasih, karena sudah mengeluh kesakitan dan akan melahirkan. Jam 04.15 Qiella lahir. Disusul oleh Sonia yang lahir tujuh menit kemudian. Setelah melahirkan Sonia, mama sempat tidak sadarkan diri. Jadi, pada awalnya mama tidak tahu bahwa Sonia sudah lahir. Tapi yang lebih buruknya lagi, perawat di rumah sakit itu salah member nama pada gelang bayi Sonia. Sehingga, saat pulang dari rumah sakit, mama tidak membawa Sonia,’’ Bu Kenny berdehem.’’ Dan sejak saat itu, Sonia dirawat oleh perawat rumah sakit yang bernama Selia Sofia,’’ lanjut Bu Kenny. “ Benar, ‘’ kata Sonia menyetujui. ‘’ Lalu, saat mama ke rumah sakit itu lagi, perawat itu mengatakan bahwa Sonia adalah anak mama. Mama meminta melakukan tes DNA terhadap kamu dan Qiella. Ternyata hasilnya cocok! Mama lega karena sekarang, mama mepunyai dua gadis yang manis,’’ kata Bu Kenny sambil tersenyum. Lalu, Qiella dan Sonia berpelukan.
‘’ Ternyata kamu adalah saudaraku, Sonia, ‘’ kata Qiella. ‘’Benar, kita adalah saudara. Kamu mau, kan, memaafkanku?’’ tanya Sonia. “ Oh, itu sudah pasti, kamu?’’ tanya Qiella. “ Pasti, dong!” katanya ceria.
>

Senin, 15 Agustus 2011

VII-K dari yang Paling Tua

1. Naipul = 14 Maret 1998
2. Abi = 23 Juli 1998
3. Novita = 16 November 1998
4. Thenia = 22 Desember 1998
5. Alya = 25 Desember 1998
6. Nisa = 3 Desember 1998
7. Ellena = 23 Januari 1999
8. Athayya = 27 Januari 1999
9. Akbar & Tohit = 5 Februari 1999 (Anak Kembar)
10. Grace = 5 Maret 1999
11. Slim = 15 Maret 1999
12. Tara = 26 Maret 1999
13. Marini = 10 April 1999
14. Tessa = 23 April 1999
15. Sari = 10 Mei 1999
16. Joerdi = 7 Agustus 1999
17. Puteri = 2 September 1999
18. Ainun = 17 September 1999
19. Alsha = 15 Oktober 1999
20. Stanley = 17 Oktober 1999
21. Tika = 19 November 1999
22. Marina = 21 Januari 2000
23. Syella = 19 Agustus 2000
>

Kamis, 04 Agustus 2011

Ceritaku tentang Aku..

Semoga Kisah Ini Dapat Mengingatkan
Kalian Akan Cerita Indah Kita…


Ini ceritaku tentang perjalanan hidupku selama ini..
Semuanya sangat berkesan bagiku. Dari aku lahir. Kata mamaku, dulu waktu mamaku hamil, pinginnya makan kacang ijo mulu. Bubur kacang ijolah, jus kacang ijolah, segala produk kacang ijo pokoknya. Terus waktu aku sore tanggal 5 Maret tahun 1999 mamaku lagi makan jus kacang ijo kemasan kotak. Terus tiba-tiba perutnya sakit, kata papaku mau melahirkan. Akhirnya dengan baju sekadarnya, pergilah papa mengantar mama ke ruang UGD RS. Ulin Banjarmasin. Di perjalanan papa udah nelpon tante yang udah punya 4 anak untuk bawain baju mama dan baju bayi yang udah dibeli sebelumnya. Sampe di UGD, dokter coba mengeluarkan aku dengan cara normal, tapi aku ga bisa keluar. Akhirnya, keluarlah aku dengan operasi Caesar. Wiih, aku nangis ampe kedengaran kamar sebelah. Papaku dengan belaian sayang menggendongku, maklum anak pertama. Abis dimandiin, aku dirawat di ruang bayi. Tapi, kata mama perkiraan dokter waktu itu aku lahir tanggal 29 Februari 1999. Untung aja aku lahirnya lambat, kalo nggak, bisa 4 tahun sekali aku ulang tahun. Tiga hari di rumah sakit, akhirnya dibolehin pulang sama dokter. Dengan live, aku dianter pulang sama professor temen papaku, makanya jadi ketularan pinter, deh..(sombong dikit..). Sampe di rumah, satu rumah menyambutku dengan senang. Aku jadi piala bergilir buat digendong. Dari om, tante, sampe kakak sepupuku pingin gendong aku semua. Mungkin karena aku imut, kali ya…hehehe…

Wah, ternyata dulu aku susah banget yang namanya makan. Kalo, mau makan, nasi harus dicampur sama bubur kacang ijo baru aku mau makan. Mungkin karena mamaku ngidamnya produk kacang ijo, jadi keterusan, deh…Terus, dulu aku paling suka yang namanya sayur. Kalo tanteku habis nyuci tomat, diam-diam bisa aku ambil baru tu kumakan. Tapi kalo sekarang paling benci yang namanya S.A.Y.U.R ! Susahnya minta ampun kalo di suruh makan sayur.

Sekitar tahun 2003 waktu aku umur 4 tahun, sekeluarga pindah ke Malang karena papaku dapet beasiswa dokter muda. Papaku ngambil program dokter spesialis patologi klinik. Di Malang, aku sekolah di TK. Tadika Puri Jln. Magnesium no.1 Malang, tapi sekarang udah pindah. Di situ aku aktif ikut lomba cerdas cermat bahasa inggris. Aku selalu satu tim sama Etha dan Nisa. Puji Tuhan, kami selalu masuk juara 3 besar. Terakhir, kami berhasil memenangkan lomba bahasa inggris se-Jawa Timur di Surabaya dan meraih gelar Juara 2. Tapi, waktu pulang dari Surabaya, kami mendapat musibah. Saat di perempatan lampu merah, kami ditabrak dari belakang oleh sebuah truk. Spontan guruku, Mr.Taufiq yang kebetulan duduk di belakang terhimpit oleh pintu belakang mobil dan koper-koper barang. Beruntung, beliau tidak apa-apa. Truk yang menabrak kami tidak mau bertanggung jawab dan menyalahkan kami. Katanya mobil kami mengerem tiba-tiba. Yah sudahlah, ikhlaskan aja. Mobil kami penyok belakangnya. Karena sudah dekat Malang, jadi kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan saja. Mobilnya masuk bengkel selama seminggu.

Tiba kelulusan, kami mengadakan kemping di Taman Dayu. Ada yang tidur di tenda, ada juga yang tidur di rumah pohon. Malamnya kami ngadain pesta api unggun. Kita bakar daging ayam dan makan sama-sama. Wiih, ibu-ibunya pada bakar jagung. Ada bumbu manis, pedes, komplit ! Habis tu, kita di suruh ngumpul di sebuah aula. Katanya, mau diumumin siapa murid teladan untuk setiap kelas. Semula, aku tak terlalu berharap bisa dapetin penghargaan itu. Paling Etha atau Nisa yang dapet. Tapi, dugaanku salah. Aku murid teladan ! Wow, bangganya bisa dapetin penghargaan itu. Padahal, kalo di kelas, aku itu orangnya cerewet dan paling banyak ngomong. Kalo guru ngejelasin, aku paling ga bisa yang namanya duduk. Tapi, kalo soal prestasi, ya lumayanlah.

Tahun 2005 aku masuk SD ! SDK. Santo Yusuf II Jln. dr. Sutomo no.35 Klojen, Malang. Waktu masuk kelas, udah banyak yang dateng. Pinginnya sih, dapet tempat di depan, tapi dapetnya bangku kedua dari belakang, di pojok, sendirian lagi. Aku jadi pendiem banget. Kadang-kadang kalo ga ada temen ngomong, aku bisa ngomong sama pensil, seolah pensil itu hidup. Yah, berhubung aku anaknya ramah tamah dan suka bergaul, aku langsung dapet best friend, Olivia Savira. Aku biasa manggil dia Oliv. Kebetulan, dia anaknya temen papaku, Tante Ari. Prestasiku cukup baik di kelas 1, hampir semua nilai ulanganku 100, kecuali bahasa jawa sama olahraga, karna aku ga ahli di situ.

Naik kelas 2, aku dapet ranking 4 lumayan, 5 besar. Tapi prestasiku menurun saat naik kelas 3, jadi ranking 5. Naik kelas empat tambah turun lagi jadi rangking 6. Waduhh..Papaku udah selesai belajar, jadi kami harus come back ke Samarinda, kota kelahiran adekku. Yah, sedih juga harus ninggalin temen-temenku. Waktu itu aku sempat nangis. Selamat tinggal Malang, Oliv, Ave, Stefani, Ella, dan semua kenangan indah !

Welcome back to Samarinda ! Di sini aku lanjut sekolah di SDK. Santo Fransiskus Assisi Jln. Belatuk no. 23 Samarinda. Orang yang pertama kali kukenal, Majesty Putri Massie ato Esti. Aku sebangku sama dia waktu pertama kali masuk. Aku dikerumunin saking pingin taunya. Nanya inilah, itulah. Best friendku ternyata bukan Esti, tapi Elsy Nonny Theresia Siregar ato Nonny. Ceritanya, waktu itu seru banget. Pertama aku ngeliat Nonny, aku kira dia itu orangnya jutek. Soalnya dia dateng sambil berkacak-pinggang dan duduk paling depan. Aku kenalan sama dia lewat Natasha, temen yang duduk di belakangku. Ternyata, Nonny orangnya ramah. Dia senyum waktu salaman. Terus, dia kenalin aku ke Ciciliya Yolanda Sihombing ato Cici dan Wilanda Nadya Darius ato Wilanda. Jadi, aku, Nonny, Cici, Wilanda, sama Natasha sering main sama-sama. Terus, ada temen yang cerewet banget, padahal dia laki-laki. Namanya Martin Leonard Podung ato Martin. Saking cerewetnya, aku sama temen-temen manggil dia Dakocan. Dia juga sering main sama aku dan temen-temen. Paling sering main suit tangga. Dari tangga paling atas sampe bawah kita mainin…wkwkwk…

Naik kelas 5 best friendku bertambah. Ada Vero, Gita, Aldo, Ryan. Cici, Wilanda, sama Natasha beda kelas sama aku mereka 5C, aku 5B. Di kelas inilah, kita sepakat membuat grup dengan nama D’9!L@Z8. Saking hebatnya grup ini, sampe perangkatnya lengkap dari ketua sampe sekretaris, ga pake bendahara. Pengalaman paling seru di kelas lima itu…waktu kerja bakti buat lomba keindahan kelas. Paling repot bikin madding. Tempel sana-sini. Sama waktu natalan, kita hias pohon natal pake kotak kosong yang di bungkus kertas kado. Untuk membuat natal ini seru, aku boongin mereka dengan bilang ke mereka kalo salah satu kotak kado itu ada uang 5 ribunya. Otomatis, mereka penasaran. Kelas jadi heboh. Sibuk nyari tau di mana uang 5 ribu itu bersembunyi. Terus aku kasih tau kalo uangnya ada di kotak kado yang bungkusnya warna pink. Spontan mereka kasih kuis ke guru-guru nanyain di mana uang 5 ribu itu berada. Terus pas istirahat, temenku nanya tentang uang itu. Kubilang aku bohong. Ternyata didengar anak sekelas. Wah, kelas heboh. Semuanya ngambil ancang-ancang untuk gebukkin aku. Untuk bel bunyi, terhindar dari gebukkan anak-anak sekelasan. Terus ada lagi pengalaman paling seru waktu habis olahraga. Ada temenku yang bawa hoolahoop. Kita adu lama-lamaan sama banyak-banyakan muter. Si Aldo dari tadi jongkok di depan pintu ngeliatin kita. Dengan jailnya, Martin narik Aldo supaya mau main hoolahoop. Sayangnya, Bu Endah langsung dateng. Rencana kita untuk melihat Aldo bermain hoolahoop gagal.

Naik kelas 6, D’9!L@Z8 pecah karena ada bentrok antara anggotanya. Itu hanya rahasia kita-kita, It’s Secret…Kelas 6 ini aku harus lebih banyak belajar, karena menentukan lulus/gak. Dari soal-soal tahun lalu, buku refrensi, bimbel di sekolah, sampe bimbel di luar aku jalani untuk mencapai hasil yang memuaskan. Semuanya tercapai! Assisi lulus 100% ! Cihuy ! Ya, perpisahan adalah yang paling berkesan. Tanggal 04 Juni 2011, waktu terakhir kalinya aku bersama mereka. Saat acara pembukaan, masih dalam aura yang gembira. Tetapi, sampai di penghujung acara, mulai terdengar isak tangis, dan sebagian berpelukan karena akan berpisah, termasuk aku. Melihat mereka semua, aku menangis dan memeluk mereka satu-persatu. Terutama best friendku, Vero, Nonny, Cici, dan Yami. Mereka menangis sesenggukan sambil memelukku erat, tanda perpisahan. Sedih rasanya mengenang kisah itu. Kisah ceria siswa Sekolah Dasar yang penuh persahabatan. Mereka akan selalu terkenang dalam hati hingga akhirku nanti.

Now, I’m Junior High School’s student. But in the different school with my best friend. But, I’m happy because I’m the student of Acceleration Class ! It’s difficult to be the student of this class. You have to do more than 6 test ! Also, Math and Science Lessons with English. It’s so difficult, right? Di sini kelas kita dimarahin mulu sama kakak OSIS. Di bilang kita begayalah, sombonglah. Ga cuma kakak OSIS, kecaman juga datang dari pihak teman seangkatan. Susahnya jadi anak aksel gini. Tuhan kuatkanlah aku untuk dapat menjalankan kehidupan ini…Amiinn…

Yah, itulah kisahku..kisah perjalanan hidupku..
Samarinda, 5 Agustus 2011
Pk. 01.55 dini hari WITA


Gracecika Marthgareth Harianja
>

Rabu, 03 Agustus 2011

My Best Friend

1. Veronika Juwita Pandjaitan


Lahir : Samarinda, 19 Juni 1999
Hobby : Grafitti, Baca
Big Fans : Harry Potter
Rumah : Bengkuring
FB : Veronika Juwita & Veronika Juwita Panjaitan
Twitter : @veronikanacc & @veronikinlove

2. Elsy Nonny Theresia Siregar


Lahir : Samarinda, 26 Juni 1999
Hobby : Baca
Big Fans : Siwon SuJu
Rumah : Lempake
FB : Elcy Nonny

3. Ciciliya Yolanda Sihombing


Lahir : Samarinda, 19 November 1999
Hobby : Baca
Big Fans : Kurang Tau ;)
Rumah : Bengkuring
FB : Cicilia Yolanda Sihombing

4. Ruth Vinssagita T. Sambo


Lahir : Rantepao, 13 November 1999
Hobby : Dengerin Musik
Big Fans : Justin Bieber
Rumah : Sempaja
FB : Gita Sambo
Twitter : @ruthgita


Persahabatan kita takkan pernah putus..

>